Pilih Pampers atau Clodi ???

Apa itu Clodi?

Clodi singkatan dari cloth diaper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti popok kain. Sebutan lainnya adalah celana handuk, celana plastik, reusable diaper, dan masih banyak lagi. Pada intinya disini akan dibahas tentang perbandingan popok yang sekali pakai (pospak) dengan popok yang bisa dipakai berulang.

Istilah pampers lebih dikenal masyarakat ketimbang istilah popok sekali pakai atau disposable diapers. Hanya dikalangan tertentu saja orang akan mengenal istilah “pospak” dan “dispo”. Sebuah salah kaprah yang sudah menjadi keumuman seperti menyebut pasta gigi dengan istilah “odol”. Popok dan si buah hati sangat berkaitan erat, karena popok termasuk kebutuhan utama bayi. Dimana bayi belum bisa mengisyaratkan bahwa dia akan “pup” atau “pee”, dengan demikian kita  akan membutuhkan berlusin-lusin popok untuk meyerap pup dan pee nya.

Dulu belum ada yang namanya pampers, ibu saya menggunakan popok yang bertali dan ditambahi  kain jarit atau kain yang sudah tidak dipakai. Kain ini dipotong-potong kemudian dijadikan penyerap pipis dan pup. Higienis gag ya?? Wah alhamdulillah saya, adik, dan ponakan saya sehat-sehat saja. Mulai jamannya keponakan saya muncul produk popok sekali pakai yang daya tahan serapnya  tinggi dan bisa bertahan lama. Dengan alasan kepraktisan mulailah ibu-ibu menggunakan popok sekali pakai ini apalagi untuk pemakaian malam hari dan ketika bepergian dengan alasan biar ga repot.

Hitung-hitungan kasar ketika bayi hanya menggunakan 2 buah pospak dalam sehari, maka total 60 buah pospak dalam sebulan. Dalam setahun bisa menghabiskan sekitar 700 pospak dalam satu rumah tangga. Bisa dibayangkan berapa kilogram sampah untuk pospak ini dalam 1 RT, 1 RW, atau 1 Desa.

Bagaimana penanggulangan sampah dari pospak ini? dibakar, ditimbun di belakang rumah, atau di bawa ke TPA. Yang ketiga pilihan itu berdampak bahaya bagi lingkungan kita pada khususnya dan bumi kita pada umumnya.

Berawal dari kepedulian akan lingkungan dan dampak kesehatan penggunaan pospak bagi bayi, beberapa tahun terakhir banyak produsen mulai  membuat popok kain yang bisa dipakai ulang, dengan daya serap yang hampir sama dengan pospak.  Inilah yang kita sebut sebagi Clodi disini.

Clodi lebih murah dibanding Pospak

Ah masa sih? perasaan yang namanya clodi itu mahal banget. Popok buat bayi aja harganya ratusan ribu mending buat beli pospak yang murah meriah. Eit…. tunggu dulu daripada pakai perasaan mending hitung-hitungan matematis.

Pospak/Pampers/Disposable Diapers

Untuk Newborn  bisa menghabiskan 12 pospak per hari.

1 bulan menghabiskan 12×30 = 360 buah pospak

4 bulan menghabiskan 360×3= 1.440 buah pospak

Saat usianya 4 bulan bisa ganti pospak setiap 3 jam sekali. Itu berati membutuhkan 8 pospak dalam sehari. Asumsi lulus potty-training 2 tahun. Berarti selama dua tahun menghabiskan 8 x 30 x 20 = 4.800 pospak

Jadi total pospak yang dihabiskan dalam 2 tahun = 1.440 + 4.800 = 6.240

Kita asumsikan harga pospak yang murmer sekitar Rp 1.500 sehingga anggaran dalam 2 tahun untuk popok sebesar 9.360.000. Wow angka yang fantastis. Misal kita asumsikan si kecil tidak pakai pospak tiap hari (50%) maka anggaran popok sebesar 4.680.000. Data ini saya dapat dari milis Asi For Baby (Harga belum termasuk baby-wipes, serta krim ruam-popok)

Kelebihan pemakaian pospak ini kita tidak perlu mencuci karena langsung dibuang, jadi cenderung praktis.

Kekurangan:

  1. Tidak ramah lingkungan
  2. Boros
  3. Memperlambat proses potty-training. Karena bayi kurang bisa merasakan sensasi basah sebab di bagian pantat pospak tetap kering meski dipipisin berkali-kali.

Cloth Diapers/Clodi/Popok Kain Cuci Ulang

Rata-rata bayi umur 3-4 bulan membutuhkan 3 popok kain. Bentuknya bisa popok jadul yang bertali, atau prefold. Misal Menggunakan popok lokal dengan harga Rp 30.000 per lusin maka akan menghabiskan dana

30.000 x 3 = Rp 90.000

Penggunaan popok ini bisa dipadukan dengan diaper cover yang waterproof. Harga diaper cover berkisar Rp 10.000.  Anggaplah kita membutuhkan 1 lusin diaper cover. Maka akan menghabiskan dana

Rp 10.000×12 = Rp 120.000

Ketika berat badan bayi 3.5 kg bisa menggunakan pocket diapers atau al in one  diapers. Untuk menghemat bisa menggunakan clodi impor dan lokal. Rata-rata ibu membutuhkan 10 clodi. Misal 8 clodi merek lokal seharga Rp 55.000, maka anggaran yang dibutuhkan

Rp 55.000 x 8 = Rp 440.000

Untuk malam hari bisa menggunakan clodi import yang daya serapnya lebih tinggi. Misal harganya Rp 250.000, maka

Rp 250.000 x 2 = Rp 500.000

Total untuk pembelian clodi ini adalah Rp 1.030.000

Nah tentu saja, clodi ini harus dicuci. Biaya pencucian menggunakan mesin cuci tentu lebih mahal dari pada mencuci dengan tangan.  Kita asumsikan daya mesin cuci adalah 300 watt dan waktu pencucian 1 hari adalah 1 jam, maka kwh nya adalah 0.3 kwh. PLN memprediksi harga listrik di akhir 2009 adalah Rp. 1011/kwh (www.wartaekonomi.co.id/), jadi biaya mencuci dengan mesin adalah Rp. 303/hari (9090/bulan). Asumsi penggunaan air adalah 20 liter sekali cuci (0.02 m3). Per awal 2009, tariff air Palyja adalah Rp. 1050/m3, sehingga untuk sebagian wilayah Jakarta, biaya air adalah Rp. 21/hari atau Rp. 630/bulan. Sebagai informasi tambahan, tariff air ini adalah contoh tariff daerah yang sudah terkena privatisasi. Untuk daerah yang suplai airnya masih dikelola daerah, bisa jadi tarifnya lebih rendah. Anggap si kecil menggunakan clodi sampai 2 tahun jadi:
maka pengeluaran untuk listrik dan air adalah = (9090+630)x24 bulan= Rp. 234.000
pengeluaran untuk detergen = 200.000
Total = Rp  434.000

total keseluruhan clodi dan mesin cuci = 1.030.000 + 434.000 = Rp 1.464.000

Kekurangan clodi

  1. Harus mengeluarkan rupiah lebih banyak saat pertama kali.
  2. Harus mencuci
  3. Harus sering mengecek kejenuhan daya serap clodi

Kelebihan

  1. Lebih irit untuk pemakaian jangka panjang, dan bisa diwariskan ke adik-adiknya
  2. Lebih ramah lingkungan
  3. Resiko terkena ruam popok/diaper rash lebih sedikit karena popok yang basah bisa segera ketahuan & si anak akan “belajar-risih” dari rasa basah tersebut.
  4. Memanfaatkan rasa “risih” ini, sehingga akan lebih cepat melatih anak untuk potty-training. Popok kain juga breathable buat kulit bokong bayi.

Kesimpulannya cloth diaper lebih bermanfaat dibanding popok sekali pakai. Ayo ayah, bunda, ummi, abi…ganti pampers dengan cloth diapers. Mudah-mudahan dari konstribusi ini bumi kita akan lebih indah…

salam

go green

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: