Testimoni Pengguna Cloth Diapers & Menstrual Pad

Awalnya, saya ga peduli sama yang namanya clodi (=cloth diapers=popok kain). Setiap browsing atau mampir ke online babyshop, clodi selalu saya skip. Pengakuan saya : attha full pospak (popok sekali pakai=disposable diapers) dari newborn sampai usia 3 bulan. Alasan pakai pospak, apalagi kalau bukan PRAKTIS. Tinggal pakai, trus buang. Tapi akhirnya saya gatal juga pengen tahu lebih tentang clodi. Yang saya baca awalnya adalah alasan kenapa clodi lebih baik daripada pospak. Dari berbagai sumber, bisa saya rangkum kalau alasannya adalah: lebih hemat, lebih sehat, dan lebih ramah lingkungan. Semakin banyak baca, mengenal, apalagi setelah sadar segala keuntungan memakai clodi…. browsing pun berlanjut. Apalagi kalau bukan berburu clodi di online shop. Pengakuan lagi: inilah bagian yang paling mengasyikkan dari browsing tentang clodi. Belanja😀

OK,, posting ini akan menguraikan alasan kenapa akhirnya saya berpaling pada clodi. Alasan ini saya susun berdasarkan prioritas, dari yang tertinggi.
1. Kesehatan.
Pospak mengandung banyak bahan kimia. Dioxin (dipakai untuk bleaching) yang bersifat karsinogenik, Tributyl-tin (TBT) yang bisa menimbulkan gangguan hormonal, sodium polyacrylat yang bisa menimbulkan risiko tumbuhnya bakteri. Ada juga satu penelitian tahun 2000, yang menyatakan kalau penggunaan pospak bisa meningkatkan suhu skrotum, yang pada akhirnya berdampak ke proses spermatogenesis. Ok, memang penelitian itu masih harus dicari lagi update terbarunya (terus terang saya belum googling lagi untuk yang ini..hihihi..) Yang jelas, di berbagai textbook yang saya baca, bahan kimia, entah apapun bentuk dan namanya, selalu dikaitkan dengan faktor risiko terjadinya keganasan.
2. Kenyamanan.
untuk alasan yang satu ini, sebenarnya baru terpikir setelah saya pakai (cloth) menstrual pad (=pembalut wanita dari kain). Pilihan pembalut wanita di Indonesia tidak banyak. Kebanyakan di pasaran adalah pembalut sekali pakai, dengan merk yang beragam. Apa boleh buat, risiko iritasi, lembab & gatal selalu saya hadapi setiap saya pakai pembalut sekali pakai, meski sudah berganti-ganti merk😦
Setelah pakai cloth menstrual pad, rasanya nyamaaaan banget!! Bebas dari iritasi & ga panas. Saya langsung membayangkan, pembalut wanita yang cuma segaris itu aja udah bikin saya ga nyaman, gimana kalau attha pakai pospak yang full nutupin area depan belakangnya?? Belum lagi pospak itu dipakai tiap hari.. 24 jam sehari (kecuali mandi) 7 hari seminggu.. sampai paling tidak umur 2 tahun.. OH!! Saya aja ga mau pakai pembalut sekali pakai yang ga nyaman selama itu… Eh setelah browsing lagi, ternyata alasan saya ini ga ngawur juga loh. Susan K. Dodge-Doak juga nulis tentang alasan itu di sini :) 

3. Lingkungan

Coba bayangin, berapa sampah pospak yang dihasilkan dari attha newborn sampai 2 tahun?? + 3600 pospak. Itu baru dari 1 bayi loh.. Belum lagi sampah pospak perlu waktu 200-500 tahun untuk terurai. Pakai pospak memang praktis, selesai tinggal buang. And let our mother earth do the rest. Sound selfish, rite? And, would we teach our kids for being selfish like this? I wouldn’t. I’d rather teach my kids to love our mother earth. Cloth diapering is my first step. And by reducing those amount of waste, at least I can give my son a better earth to live in
4. Stylish
Pospak model & warnanya monoton. Clodi?? Hmmm,, model, warna, motif yang beragam..pastinya bikin attha lebih gaya dong.. Ehmmm maksudnya sih, kalau yang ini lebih memuaskan mata emaknya lihat attha pakai motif clodi yang lucu-lucu.. (pengakuan lagi..)
5. Hemat.
Karena selama ini pospak-nya attha masih di-supply oleh uthi & kukung, jadi saya ga merasakan betapa borosnya biaya untuk beli pospak. Attha sehari ganti 5-6x, belum lagi kalau ada “bencana” baru ganti pospak baru eh udah di-pup-in.. Tambah banyak lagi kan pospaknya?
Ok, mari berhitung. Ambil rata-rata harga 1 pc pospak 2000. Berarti biaya pospak per bulan : 2000 x 5 x 30 = 300.000. Kalau total sampai umur 2 tahun attha masih pakai pospak, totalnya 300.000 x 24 = 7.200.000 (7 juta 2 ratus ribu rupiah). WOW!! Kalau pakai clodi, dengan uang 7 juta itu, udah dapet 24 set clodi made in USA harga premium yang mutunya bagus. Padahal, ga perlu juga nyetok 24 clodi, apalagi harus yang harga mahal. 40 ribu aja juga udah bisa dibeliin clodi. Misal punya 20 clodi yang harganya 200ribu pun, cuma habis 4 juta. Selain bisa dipakai-cuci-dipakai, clodi juga bisa diwariskan ke anak selanjutnya. Lebih hemat lagi, kan?
6. Lebih mudah untuk potty-training
Clodi memang ga sekering pospak (pastinya pospak lebih kering, kan didukung bahan kimia.. huuuu)  Pakai clodi,anak akan mengenal konsep basah, sehingga nantinya dia akan lebih mudah waktu potty training
7. Alasan lain yang ga seberapa penting tapi (ehmm) lumayan penting buat saya
Clodi bisa disimpan, bahkan sampai attha udah gede. Rencanaya, saya akan simpan 1 pc clodi favoritnya attha, ntar kalau dia udah besar, biar dia tahu kalau clodi itu juga jadi bagian sejarahnya waktu bayi. Yah sedikit melankolis gapapa kan.. hehe.. Kalau pospak? Siapa juga yang mau nyimpen pospak bekas pakai, cuma untuk ditunjukkin ke anaknya waktu besar ntar…
Well, itulah 7 alasan saya beralih ke clodi. Tapi bukan berarti saya anti-pospak loh. Pakai pospak bukan tindakan kriminal. Saya masih supply pospak untuk back-up. Meski terhitung sejak tanggal 8 Februari 2011, attha sudah mulai ber-clodi ria. Ga ada kata terlambat untuk mulai pakai clodi. Yeah, I’m still a rookie in  cloth diapering.
Setelah mengutarakan 7 alasan di atas, saya jadi bertanya lagi, sebenernya keuntungan pakai pospak itu apa? Sungguh, saya ga menemukan jawaban lain selain KEPRAKTISAN. Ga perlu cuci, ga perlu perawatan, tinggal beli, pakai, buang.
Hmmmm,, yang jelas, saya ga akan mengorbankan anak saya atas nama kepraktisan. My attha is too precious…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: